Pada Sabtu, 14 Oktober 2023, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar melakukan respons darurat terhadap kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Langkah pertama yang diambil adalah melakukan penilaian awal (Assesment) untuk mengevaluasi dampak dan kebutuhan yang muncul.
Dampak bencana kebakaran tersebut melibatkan sebanyak 7 keluarga dengan jumlah total 33 individu. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 15 laki-laki dan 18 perempuan. Mereka dibagi dalam kategori kelompok usia sebagai berikut:
1. Balita (0-5 Tahun): 2 laki-laki dan 4 perempuan.
2. Anak-Anak (6-16 Tahun): 6 laki-laki dan 3 perempuan.
3. Dewasa (17-59 Tahun): 7 laki-laki dan 10 perempuan.
4. Lansia (60 tahun ke atas): Tidak ada laki-laki, dan 1 perempuan.
Dalam rangka membantu masyarakat terdampak, PMI Denpasar merencanakan distribusi bantuan sebagai berikut:
1. Family Kit/Hygiene Kit: 7 paket.
2. Baby Kit: 6 paket.
Untuk memastikan efektivitas tanggap darurat, sebanyak 6 relawan PMI akan ditempatkan dalam dua shift sehari, yaitu pada shift pagi (08.00-14.00 Wita) dan shift sore (14.00 - 20.00 Wita). Selain itu, 1 unit ambulance juga ditugaskan di lokasi tersebut untuk mendukung upaya bantuan dan evakuasi yang mungkin diperlukan.
Ini adalah langkah awal yang diambil oleh PMI Denpasar untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat yang terdampak oleh kebakaran di TPA Suwung. Pihak berwenang terus memantau situasi dan berupaya memberikan bantuan yang diperlukan selama periode tanggap darurat.